LHOKSEUMAWE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara bersama Korps HMI-Wati (KOHATI) resmi melantik kepengurusan periode 2026-2027 dalam prosesi yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Aceh Utara, Jumat (28/8/2026) malam.
Dalam prosesi tersebut, Mohamad Muhaymin resmi dipercaya sebagai Ketua Umum HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, didampingi Muhammad Umar sebagai Sekretaris Umum dan Raja muda sebagai Bendahara Umum.
Sementara itu, kepengurusan KOHATI HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara periode 2026-2027 dipimpin Sagita Nova sebagai Ketua, Rossa Humaira sebagai Sekretaris, dan Ika Aulia Putri sebagai Bendahara.
Pelantikan turut dihadiri sejumlah jajaran dan tokoh HMI, di antaranya Muhammad Fadli selaku Sekretaris Badko HMI Aceh. Kehadiran jajaran Badko HMI Aceh menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun sinergi antara HMI cabang dan struktur HMI di tingkat provinsi.
Pelantikan mengusung tema “Menguatkan Essentia HMI Melalui Kepemimpinan Kolaboratif dalam Mewujudkan Insan Cita yang Berdampak bagi Umat dan Bangsa.”
Ketua Umum HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, Mohamad Muhaymin, mengatakan amanah yang diterimanya bersama jajaran pengurus baru merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen.
“Pelantikan ini bukan akhir dari sebuah proses, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab kami dalam menjalankan amanah organisasi. Kami ingin membangun HMI yang lebih solid, progresif dan mampu memberikan dampak nyata bagi umat dan bangsa,” ujar Mohamad Muhaymin.
Ia menegaskan, kepengurusan HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara ke depan akan memprioritaskan penguatan kaderisasi serta peningkatan kapasitas intelektual kader.
Menurutnya, HMI harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, menyampaikan kritik secara konstruktif, sekaligus mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Semangat kepemimpinan kolaboratif harus kita wujudkan dalam kerja nyata. HMI tidak boleh hanya berbicara tentang persoalan umat dan bangsa, tetapi harus mampu menawarkan gagasan dan mengambil bagian dalam mencari solusi,” katanya.
Mohamad Muhaymin juga mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas organisasi serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Kami berharap seluruh kader dapat bersama-sama menjaga rumah besar HMI ini. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi, tetapi semuanya harus diarahkan untuk kemajuan HMI dan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan kepengurusan periode 2026-2027 tersebut sekaligus menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru di tubuh HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara.
Kepengurusan baru diharapkan tidak hanya mampu memperkuat HMI sebagai organisasi kader dan intelektual, tetapi juga menghadirkan gerakan yang konkret, kritis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Estafet kepemimpinan telah berganti dan amanah telah diterima. Kini, tantangan terbesar bagi pengurus baru adalah membuktikan setiap komitmen melalui kerja nyata, kaderisasi yang kuat, serta keberanian menghadirkan gagasan dan gerakan yang berdampak selama satu periode kepengurusan.
