Nisam, Aceh Utara – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh Kelompok 18 melakukan kegiatan program kerja yaitu "Pembuatan Bedengan Tanaman Sayuran Kangkung dan Bayam" di Desa Keutapang, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu 29 Agustus 2026.
Kegiatan pembuatan bedengan tanaman sayuran kangkung dan bayam oleh Kelompok 18 KKN-PPM Universitas Malikussaleh merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang belum optimal, khususnya melalui penerapan teknik budidaya sayuran sederhana yang efektif, ekonomis, serta dapat diterapkan pada skala rumah tangga maupun lingkungan masyarakat.
Kegiatan pembuatan bedengan tanaman sayuran kangkung dan bayam dipandu oleh mahasiswa KKN-PPM Universitas Malikussaleh Kelompok 18, dengan penanggung jawab Heranni Sirait dan Karima Annur Khasanah yang merupakan mahasiswa dari Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh. Kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat. Melalui kegiatan KKN-PPM, mahasiswa tidak hanya melaksanakan kegiatan fisik berupa pembuatan bedengan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan. Masyarakat diberikan pengetahuan mengenai teknik pengolahan tanah, pembuatan bedengan, pemberian pupuk dasar, teknik penanaman kangkung dan bayam, serta pentingnya pemeliharaan tanaman agar dapat tumbuh dan dipanen secara berkelanjutan. Transfer pengetahuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menerapkan budidaya sayuran secara mandiri setelah kegiatan KKN-PPM selesai.
Penanggung jawab kegiatan, Heranni Sirait dan Karima Annur Khasanah menyampaikan bahwa kegiatan pembuatan bedengan tanaman sayuran kangkung dan bayam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bedengan merupakan gundukan tanah yang diolah dan dibentuk sedemikian rupa sebagai media tanam yang memudahkan proses penanaman, penyiraman, serta pemeliharaan sayuran. Kangkung dan bayam dipilih karena keduanya merupakan jenis sayuran yang mudah dibudidayakan, memiliki masa panen yang relatif singkat, serta tidak memerlukan lahan yang luas maupun perawatan yang rumit. Proses pembuatan bedengan diawali dengan pembersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman, kemudian dilanjutkan dengan penggemburan tanah, pembentukan bedengan dengan ukuran dan jarak tanam yang sesuai, pemberian pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar, hingga penanaman bibit kangkung dan bayam".
Dengan terlaksananya kegiatan ini, KKN-PPM Universitas Malikussaleh Kelompok 18 berharap pembuatan bedengan tanaman sayuran kangkung dan bayam dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Desa Keutapang, Kecamatan Nisam. Kesadaran yang dibangun diharapkan dapat mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan sayuran keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara berkelanjutan.
